BACALAH SURAT AL IKHLAS PADA WAKTU-WAKTU INI
1) MEMBACA SURAH AL-IKHLAS 10 KALI WAKTUNYA BEBAS
Siapa yang membaca “QUL HUWALLAAHU AHAD” (surah Al-Ikhlas) sampai ia merampungkannya sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya istana di surga.
(HR. Ahmad, 3/437)
2) DIBACA KETIKA MENGERJAKAN SHALAT WITIR TIGA RAKAAT
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada rakaat pertama
“SABBIHISMA RABBIKAL A’LAA” (surah Al-A’la),
pada rakaat kedua
“QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” (surah Al-Kafirun),
dan pada rakaat ketiga
“QUL HUWALLAAHU AHAD” (surah Al-Ikhlas) dan MU’AWWIDZATAIN (surah Al-Falaq dan An-Naas).
(HR. An-Nasa’i, no. 1699)
3) DIBACA KETIKA MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH BA’DIYAH MAGHRIB
Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah pada shalat dua rakaat ba’diyah maghrib dan pada shalat dua rakaat qabliyah shubuh yaitu
“QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” (surah Al-Kafirun) dan “QUL HUWALLAAHU AHAD” (surah Al-Ikhlas).
(HR. Tirmidzi, no. 431)
4) DIBACA KETIKA MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH FAJAR (QABLIYAH SHUBUH)
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qabliyah shubuh yaitu
“QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” (surah Al-Kafirun) dan “QUL HUWALLAAHU AHAD” (surah Al-Ikhlas).
(HR. Muslim, no. 726)
5) DIBACA KETIKA MENGERJAKAN SHALAT MAGHRIB PADA MALAM JUM’AT
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca
“QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” (surah Al-Kafirun) dan “QUL HUWALLAAHU AHAD” (surah Al-Ikhlas).
(Takhrij Misykaah Al-Mashaabih, 812)
6) DIBACA PADA WAKTU PAGI DAN SORE HARI
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Katakanlah (bacalah surah)
QUL HUWALLAAHU AHAD dan
QUL A’UUDZU BIRABBINNAAS dan
QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ
ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupimu (menjagamu) dari segala keburukan.”
(HR. Abu Daud no. 5082)
7) DIBACA SEBELUM TIDUR
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan
“QUL HUWALLAAHU AHAD” (surat Al-Ikhlas),
“QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ” (surat Al-Falaq)
dan
“QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS” (surat An-Naas).
Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan.
Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.
(HR. Bukhari no. 5017)
8) DIBACA SEBAGAI ZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU (SESUDAH SALAM)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzat di akhir shalat (sesudah salam).
(HR. An-Nasa’i no. 1336)
Sumber : https://www.instagram.com/p/DSm7e5Kk_oe/?img_index=1

