Bagikan:
image-share image-share image-share

Kajian Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran - 25

Kajian Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran - 25 image

Penulis
Endang Panny Wahyuningrum
Terbit
2 minggu yang lalu

Ringkasan kajian Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur'an, Adab Penghafal Qur'an Karya Imam Nawawi.

Bab : Keutamaan membaca Al Qur'an dengan melihat mushaf

Sabtu, 31 Jan 2026, Jam 19.40 - 20.40 WIB
Ustadz A. Al-Furqoni Efendi, Lc., M.E., Al-Hafizh
Alumnus Universitas Islam Madinah

Tema "Keutamaan membaca Al Qur'an dengan melihat mushaf" terasa pas karena menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba. Energi Ramadhan insyaallah bisa memberikan perubahan yang terasa. 

Halaman 118

Keutamaan membaca Al Qur'an dengan melihat mushaf 

  • Ustadz: Mana yang lebih baik, membaca dengan melihat mushaf atau membaca dengan ingat?

  • Ustadz: Qiroah itu membaca dengan maknanya luas. Tilawah itu membaca dengan melihat.

  • “Membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf lebih utama daripada membaca Al-Qur’an dengan hafalan”

    • Ini ditujukan kepada orang yang udah memiliki hafalan. Orang yang belum memiliki hafalan tidak punya opsi selain membaca melihat mushaf.

    • Hafalan bisa didapat secara tanpa sadar, misal dengan rutin mendengarkan imam membaca suatu surat. 

    • Kita mengaktifkan banyak indra sekaligus dalam suatu ibadah: mata, lisan, telinga, hati

    • Membaca dengan ingatan tidak perlu memiliki banyak persiapan (usaha). 

  • “Karena melihat mushaf termasuk ibadah yang dianjurkan”

    • Sekadar melihat saja, kita sudah mendapatkan pahala. Apalagi bila kita benar-benar niatkan untuk ibadah.

  • “Maka kalau kita membaca dengan melihat kita telah menggabungkan ibadah antara lisan dan mata”

  • “Ini yang dikatakan oleh Husain (Al-Qadhi) (Madzhab Syafi’i) dan banyak para ulama salaf”

  • “Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Al-Ihya: kebanyakan para shahabat ra itu dalam proses membaca itu melihat mushaf. Dan mereka tidak suka keluar rumah sebelum melihat mushaf (membaca)”

 

Halaman 119

  • “Dari Ibnu Abu Dawud, banyak ulama yang membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf”

  • “Kalau ada yang berpendapat bahwasanya berbeda antara satu orang dan orang lainnya. Maka lebih baik untuk membaca dengan mushaf jika membaca dengan melihat dan membaca dengan hafalan bisa sama khusyuknya”

  • “Dan lebih baik bagi orang itu membaca dengan hafalan jika bisa lebih khusyuk”

  • “Sesungguhnya anjuran ulama-ulama terdahulu adalah mana yang lebih khusyuk itu yang lebih utama”

    • Ini mendorong kita untuk selalu mengutamakan mushaf Al-Qur’an. Dan tidak menelantarkan mushaf Al-Qur’an. Jangan biarkan ada mushaf yang terabaikan. 

    • Yang utama adalah menggabungkan dua kebaikan: membaca dengan mushaf dan membaca dengan hafalan. 

Pertanyaan

  1. Apakah aplikasi Al-Qur’an di handphone ini termasuk mushaf?

    1. Wallahu a’lam. Ustadz cenderung menganggap itu tidak sebagai mushaf. Sekadar menampilkan mushaf. Dianggapnya seperti membaca dari hafalan. 

  2. Ustadz,apakah mushaf yg dimaksudkan disini adalah yg full arabic? Tanpa terjemahan

    1. Dua-duanya. Yang tulisan bahasa arab. 

  3. Jika waktu terbatas, apakah tetap lebih utama muroja'ah atau tilawah? 

    1. Utamakan yang wajib dahulu di atas yang sunnah. Muroja’ah sesuatu yang wajib dan tilawah sesuatu yang dianjurkan.

  4. Mohon tips nya agar mata kuat membaca mushaf Al Quran lama. Misal seharian bekerja di depan komputer. 

    1. Harusnya bisa dijadikan refreshing. Sebagai penyeimbang.

  5. Apakah boleh baca mushaf saat (1) Jadi imam sholat wajib (2) dan jadi imam sholat sunnah

    1. Pertimbangan menjadi imam adalah orang yang udah punya hafalan. Agar membantu kekhusyuan. Karena hadirnya aspek lain di luar sholat (membuka mushaf) bisa jadi mengurangi kekhusyuan.

    2. Ustadz tidak mengetahui jawabannya bila hal ini dilakukan dalam sholat wajib. Wallahu a’lam

    3. Bila dilakukan dalam sholat sunnah maka hal ini boleh.

  6.  Lebih baik cepat agar memperbnyak tilawah atau lebih lambat agar lebih tartil? 

    1. Dua-duanya ada kebaikan, perlu dikombinasikan / selang-seling.

    2. Yang lebih baik adalah yang memenuhi tajwid. 

 

Pertemuan selanjutnya di halaman 119 bab baru (pertengahan)

 

Quick Link
Klik untuk pemesanan buku πŸ‘†

Klik untuk pemesanan buku πŸ‘†

Klik untuk Membeli Al Quran Al Hufaz πŸ‘†

Klik untuk Membeli Al Quran Al Hufaz πŸ‘†

Klik untuk Membeli Al Quran Medis Cordoba πŸ‘†

Klik untuk Membeli Al Quran Medis Cordoba πŸ‘†


Dilihat Sebanyak :
35

Unduh sekarang dan mulai pengalaman Anda

Mulailah Perjalanan Quran Anda Hari Ini

Bersama Ahlul Quran mari raih pahala dan tingkatkan takwa

Google Play Store App Store