Simak video surat Al-‘Adiyat https://www.instagram.com/p/DVtkQoTk8EJ/
Pernahkah kamu membayangkan seekor kuda perang yang berlari sangat cepat, napasnya terengah, dan percikan api keluar dari tapak kakinya?
Gambaran yang kuat ini menjadi pembuka QS Al-‘Adiyat. Dalam penjelasan Tafsir Ibnu Katsir, Allah bersumpah dengan kuda-kuda perang yang berlari kencang sebagai peringatan bagi manusia tentang sifatnya yang sering lalai dan tidak bersyukur.
Allah menggambarkan kuda-kuda yang berlari dengan napas terengah-engah, memercikkan api dari hentakan kaki mereka, dan menyerang musuh di waktu pagi. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini adalah gambaran kuda yang digunakan dalam peperangan, yang berlari dengan penuh kekuatan dan ketaatan kepada penunggangnya.
Kuda-kuda itu bergerak cepat, berani menembus debu dan kerumunan musuh. Mereka menjalankan tugasnya tanpa ragu. Gambaran ini menunjukkan betapa kuat dan patuhnya makhluk tersebut dalam menjalankan perannya.
Namun setelah menggambarkan kesetiaan kuda perang, Allah mengingatkan sifat manusia. Allah berfirman bahwa manusia sangat ingkar kepada Rabbnya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa banyak manusia menikmati nikmat Allah, tetapi tetap lalai dan tidak bersyukur.
Manusia juga sangat mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. Kecintaan terhadap dunia sering membuat manusia lupa bahwa kehidupan ini hanya sementara.
Kemudian Allah mengingatkan tentang hari ketika semua yang tersembunyi akan dibongkar. Apa yang ada di dalam kubur akan dikeluarkan, dan rahasia yang tersimpan dalam hati manusia akan diperlihatkan.
Pada hari itu, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Setiap amal, niat, dan perbuatan akan diketahui dengan jelas.
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

