Nasihat dari Sheikh Prof. Dr. ‘Abdurrazaq Al Badr - Ulama dan Pengajar di Masjid Nabawi:
Janganlah focus (tujuan) utamamu saat membaca Al Qur'an hanya sekedar “Kapan aku mengkhatamkan surat ini”, tapi jadikanlah fokusmu (tujuanmu) saat membaca Al Qur'an adalah “Kapan aku mendapatkan hidayah melalui Al Qur'an, kapan aku bisa mengambil manfaat darinya, kapan aku bisa menjadi bagian dari Ahlul Qur'an” yakni bagian dari keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.
Dan Ahlul Qur'an itu bukanlah mereka yang sekedar menghafalnya atau membaca nya saja. Ahlul Qur'an adalah mereka yang memahami perkataan Allah dan mengamalkannya.
“Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. " (QS : Al Baqarah :121)
‘Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’ Ibnu Abbas dan para ahli tafsir lainnya menjelaskan bahwa maknanya adalah mengikuti ajarannya dengan sebenar-benarnya. Dengan cara inilah dia bisa menjadi bagian dari Ahlul Qur'an yang mulia.
Oleh karena itu, membaca Al Qur'an itu -subhanallah-, jika disertai dengan tadabbur (perenungan), itu akan mendatangkan hidayah (petunjuk).
“Dan supaya aku membacakan Al Qur'an (kepada manusia) . Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya" (QS. An Naml : 92)
Membaca Al Qur'an adalah sebuah pintu yang besar nan agung untuk mendapatkan hidayah. Tapi itu jika dibaca dengan penuh perhatian, tadabbur dan memikirkan perkataan Allah subhanahu Wata’ala

