Tahukah kamu bahwa ada kisah orang-orang beriman yang dibakar hidup-hidup hanya karena mempertahankan iman mereka?
QS Al-Buruj ayat 1–7 menghadirkan peringatan yang mengguncang hati. Dalam penjelasan Tafsir Ibnu Katsir, Allah membuka surat ini dengan sumpah demi langit yang memiliki gugusan bintang (al-buruj), hari yang dijanjikan (hari kiamat), serta yang menyaksikan dan yang disaksikan. Sumpah ini menunjukkan pentingnya peristiwa yang akan disebutkan setelahnya.
Allah kemudian menyebut tentang Ashabul Ukhdud, yaitu orang-orang yang membuat parit besar dan menyalakan api di dalamnya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka adalah kaum zalim yang menyiksa orang-orang beriman dengan cara yang sangat kejam. Mereka duduk di sekitar api tersebut, menyaksikan langsung bagaimana kaum mukminin dibakar hidup-hidup.
Tidak ada kesalahan dari orang-orang beriman itu selain karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji. Keimanan menjadi sebab mereka disiksa, namun juga menjadi bukti kemuliaan mereka di sisi Allah.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan keteguhan iman para mukmin, yang tetap bertahan meskipun dihadapkan pada ancaman kematian. Mereka memilih mempertahankan iman daripada kembali kepada kekufuran.
Ayat-ayat ini juga menjadi peringatan keras bagi orang-orang zalim bahwa perbuatan mereka tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan, dan azab-Nya sangat pedih bagi siapa saja yang menentang kebenaran.
QS Al-Buruj ayat 1–7 mengajarkan bahwa iman adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan lebih berharga dari nyawa. Keteguhan dalam iman akan membawa kemuliaan, sedangkan kezaliman akan berujung pada kehancuran.
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

