Kenapa ada orang yang mendengar Al-Qur’an, tapi hatinya tetap tidak tersentuh?
QS Al-Inshiqaq ayat 20–25 menjawab pertanyaan ini dengan sangat tajam. Dalam penjelasan Tafsir Ibnu Katsir, Allah menegur orang-orang yang tidak beriman meskipun ayat-ayat-Nya telah dibacakan dengan jelas.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ketika Al-Qur’an dibacakan, mereka tidak bersujud, yaitu tidak tunduk dan tidak menerima kebenaran. Ini bukan karena mereka tidak memahami, tetapi karena kesombongan dan penolakan dalam hati. Bahkan mereka terus mendustakan kebenaran, meskipun tanda-tandanya nyata di hadapan mereka.
Allah kemudian menegaskan bahwa Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam dada mereka. Segala bentuk keraguan, penolakan, dan niat buruk tidak tersembunyi dari-Nya. Karena itu, Allah memberikan ancaman berupa azab yang pedih bagi mereka yang terus berpaling.
Namun di balik peringatan tersebut, Allah juga memberikan kabar gembira. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan pahala yang tidak terputus, yaitu balasan yang kekal di akhirat. Ibnu Katsir menegaskan bahwa inilah perbedaan nyata antara orang yang menerima kebenaran dan yang menolaknya.
Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa masalah utama bukan pada kurangnya bukti, tetapi pada kondisi hati. Hati yang sombong akan menolak kebenaran, sedangkan hati yang tunduk akan menerima hidayah.
QS Al-Inshiqaq ayat 20–25 menjadi pengingat bahwa mendengar Al-Qur’an saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah hati yang siap menerima, tunduk, dan mengamalkan kebenaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Simak Video QS Al-Inshiqaq ayat 20–25 di Instagram Ahlul Quran Application https://www.instagram.com/p/DWCPBorE5gf/
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

