Tahukah kamu bahwa ada “bintang malam” yang Allah jadikan sebagai sumpah untuk mengingatkan asal penciptaan manusia?
QS At-Thariq ayat 1–8 membawa kita merenungi kekuasaan Allah dari langit hingga diri kita sendiri. Dalam penjelasan Tafsir Ibnu Katsir, At-Thariq adalah sesuatu yang datang di malam hari, dan dijelaskan sebagai bintang yang bersinar tajam (an-najm ats-tsaqib). Sumpah ini menunjukkan betapa agungnya tanda-tanda kekuasaan Allah di langit.
Allah kemudian menegaskan bahwa setiap jiwa memiliki penjaga, yaitu malaikat yang mencatat seluruh amal manusia. Ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah.
Selanjutnya Allah mengajak manusia untuk memperhatikan asal penciptaannya. Manusia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan dada. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa lemahnya asal manusia, sehingga tidak pantas baginya untuk sombong.
Setelah itu Allah menegaskan bahwa Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali manusia setelah mati. Sebagaimana Allah mampu menciptakan manusia dari sesuatu yang lemah, maka menghidupkannya kembali pada hari kiamat adalah perkara yang sangat mudah bagi-Nya.
Pada hari itu, segala rahasia akan diuji dan ditampakkan. Apa yang selama ini tersembunyi dalam hati akan menjadi nyata. Manusia tidak memiliki kekuatan dan tidak ada penolong yang dapat menyelamatkannya dari keputusan Allah.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat-ayat ini adalah peringatan agar manusia menyadari kelemahannya, menjaga amalnya, dan mempersiapkan diri menghadapi hari pembalasan.
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

