Pernahkah kamu merasa seolah Allah menjauh darimu ketika masalah datang bertubi-tubi?
Perasaan seperti ini pernah dirasakan oleh sebagian manusia ketika menghadapi masa sulit. Melalui QS Ad-Dhuha, Allah memberikan penghiburan yang sangat lembut kepada Nabi Muhammad ﷺ sekaligus kepada seluruh umatnya. Penjelasan tentang makna surat ini dapat ditemukan dalam Tafsir Ibnu Katsir.
Allah membuka surat ini dengan bersumpah demi waktu dhuha dan demi malam ketika sunyi. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sumpah ini menunjukkan keagungan pesan yang akan disampaikan setelahnya. Allah kemudian menegaskan bahwa Dia tidak meninggalkan Nabi-Nya dan tidak pula membencinya. Ayat ini turun ketika wahyu sempat terhenti beberapa waktu, sehingga kaum musyrikin menyebarkan tuduhan bahwa Allah telah meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ.
Allah kemudian memberikan kabar yang menenangkan: kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menjanjikan berbagai kemuliaan bagi Nabi ﷺ di akhirat, termasuk kedudukan yang tinggi dan syafaat bagi umatnya.
Selanjutnya Allah mengingatkan Nabi ﷺ tentang berbagai nikmat yang telah diberikan sebelumnya. Allah menyebut bahwa beliau dahulu dalam keadaan yatim, lalu Allah melindunginya. Beliau pernah berada dalam keadaan membutuhkan, lalu Allah mencukupinya. Semua ini menjadi bukti bahwa pertolongan Allah selalu hadir dalam kehidupan beliau.
Karena nikmat tersebut, Allah memberikan beberapa perintah penting. Nabi ﷺ diperintahkan untuk tidak berlaku keras terhadap anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta, dan menceritakan nikmat Allah sebagai bentuk syukur.
Simak Video Surat Ad-Dhuha di Instagram Ahlul Quran Application https://www.instagram.com/p/DV4DCRXk8sm/
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

