Tahukah kamu bahwa jalan menuju surga disebut sebagai “jalan yang mendaki dan sulit”?
Pesan ini dijelaskan dalam QS Al-Balad. Dalam penafsiran Tafsir Ibnu Katsir, Allah membuka surat ini dengan sumpah atas kota yang mulia, yaitu Makkah, tempat Nabi Muhammad ﷺ tinggal. Allah juga menyebut hubungan ayah dan anak, yang menunjukkan kesinambungan kehidupan manusia dari generasi ke generasi.
Allah kemudian menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan penuh perjuangan dan kesulitan. Kehidupan di dunia memang bukan tempat yang penuh kenyamanan, tetapi tempat ujian bagi manusia. Namun sebagian manusia merasa dirinya kuat dan berkuasa, bahkan menyangka bahwa tidak ada yang mampu menguasainya.
Ada pula yang bangga telah menghabiskan hartanya, seakan-akan itu menunjukkan kekuatan dan kemuliaan. Padahal Allah mengingatkan bahwa Dia telah memberikan manusia berbagai nikmat: dua mata, lidah, dan dua bibir, serta menunjukkan kepadanya dua jalan, yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa setelah itu Allah menyebut tentang “jalan yang mendaki” (al-‘aqabah), yaitu jalan kebaikan yang tidak mudah ditempuh. Jalan ini di antaranya adalah membebaskan budak, memberi makan pada masa kelaparan, khususnya kepada anak yatim yang dekat hubungan keluarganya, atau kepada orang miskin yang sangat membutuhkan.
Kemudian orang yang menempuh jalan ini juga termasuk orang yang beriman, serta saling menasihati dalam kesabaran dan kasih sayang. Mereka inilah yang disebut sebagai golongan kanan, yaitu orang-orang yang akan mendapatkan keselamatan dan rahmat Allah.
Sebaliknya, orang yang mendustakan ayat-ayat Allah akan menjadi golongan kiri, yang akan mendapatkan azab dan penutupan dari segala arah.
Simak Video Surat Al-Balad di Instagram Ahlul Quran Application https://www.instagram.com/p/DV6MwfFE7JY/
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

