Bayangkan satu hari ketika seluruh manusia diliputi kepanikan besar.
Gunung-gunung hancur, manusia berlarian tanpa arah, dan setiap amal diperhitungkan dengan sangat teliti. Gambaran dahsyat ini dijelaskan dalam QS Al-Qari’ah. Dalam penafsiran Tafsir Ibnu Katsir, surat ini menggambarkan kedahsyatan hari kiamat yang mengguncang seluruh alam.
Allah membuka surat ini dengan kata Al-Qari’ah, yang berarti sesuatu yang mengetuk dengan keras atau peristiwa yang sangat mengguncangkan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini adalah salah satu nama dari hari kiamat, karena kedahsyatannya yang membuat hati manusia terkejut dan takut.
Allah kemudian menggambarkan keadaan manusia pada hari itu seperti laron yang beterbangan. Mereka bergerak tanpa arah, penuh kebingungan dan ketakutan. Tidak ada lagi kekuatan, kedudukan, atau kekayaan yang dapat menyelamatkan seseorang pada saat itu.
Selanjutnya Allah menggambarkan keadaan gunung-gunung yang selama ini tampak kokoh. Pada hari kiamat, gunung-gunung akan menjadi seperti bulu yang dihamburkan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa gunung yang begitu besar akan hancur dan beterbangan, menunjukkan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut.
Setelah menggambarkan suasana hari kiamat, Allah menjelaskan bagaimana manusia akan diadili. Amal manusia akan ditimbang. Barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka ia akan berada dalam kehidupan yang penuh kenikmatan.
Sebaliknya, barang siapa yang ringan timbangan amalnya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Hawiyah adalah salah satu nama neraka yang sangat dalam dan panas.
QS Al-Qari’ah mengingatkan bahwa setiap amal memiliki konsekuensi. Kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tempat pembalasan yang sebenarnya.
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir.
Simak Video QS Al-Qari'ah di instagram Ahlul Quran Application https://www.instagram.com/p/DVrY6-OE-CN/

