Pernahkah kamu bertanya mengapa Allah bersumpah dengan begitu banyak ciptaan-Nya dalam satu surat?
Inilah yang kita temukan dalam QS Ash-Shams. Dalam penjelasan Tafsir Ibnu Katsir, Allah membuka surat ini dengan serangkaian sumpah untuk menegaskan pesan yang sangat penting bagi manusia.
Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya, bulan ketika mengikutinya, siang ketika menampakkannya, dan malam ketika menutupinya. Kemudian Allah juga bersumpah dengan langit dan bumi, serta dengan jiwa manusia yang telah diciptakan dengan sempurna. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sumpah-sumpah ini menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah dalam mengatur alam semesta.
Setelah itu Allah menyampaikan pesan utama: Dia mengilhamkan kepada jiwa manusia jalan kefasikan dan ketakwaan. Artinya, manusia diberi kemampuan untuk mengenal kebaikan dan keburukan. Manusia memiliki pilihan untuk mengikuti jalan yang benar atau menyimpang darinya.
Allah kemudian menegaskan bahwa orang yang menyucikan jiwanya akan beruntung, sedangkan orang yang mengotorinya akan merugi. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa menyucikan jiwa berarti membersihkan diri dari dosa, syirik, dan akhlak buruk, serta menghiasinya dengan iman dan amal shalih.
Sebagai pelajaran, Allah menyebut kisah kaum Tsamud yang mendustakan nabi mereka, yaitu Nabi Shalih. Karena kesombongan dan kedurhakaan mereka, mereka bahkan berani membunuh unta mukjizat yang Allah jadikan sebagai tanda bagi mereka.
Akibat perbuatan itu, Allah menimpakan azab yang menghancurkan mereka. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kebinasaan mereka menjadi pelajaran bagi manusia agar tidak mengikuti jalan yang sama.
Simak Video Surat Ash-Shams di instagram Ahlul Quran Application https://www.instagram.com/p/DV59s23k5Z9/
Sumber : Buku Tafsir Ibnu Katsir

