Iqlab — Menukar Nūn Menjadi Mīm
Iqlab (إِقْلَاب) adalah hukum keempat dari empat hukum nūn sukūn dan tanwīn. Secara bahasa, iqlab berarti "menukar" atau "mengubah". Hukum ini berlaku ketika nūn sukūn (نْ) atau tanwīn (ـً ـٍ ـٌ) bertemu satu huruf saja: bā' (ب).
Cara membacanya, bunyi nūn atau tanwīn ditukar menjadi bunyi mīm samar (مۢ), disertai dengung selama 2 harakat. Bibir atas dan bawah hampir bertemu tapi tidak rapat sempurna — sehingga terjadi suara samar antara mīm dan bā'.
Tanda di mushaf: Iqlab biasanya ditandai dengan mīm kecil (ۢ) yang diletakkan di atas nūn sukūn, atau menggantikan salah satu harakat tanwīn. Ini adalah isyarat visual yang memudahkan pembaca mengenali hukum iqlab dalam mushaf cetakan modern, terutama Mushaf Standar Indonesia.
Mengapa ditukar menjadi mīm? Karena makhraj nūn ada di ujung lidah, sedangkan bā' di bibir. Untuk transisi yang baik, perlu suara perantara — yaitu mīm — yang makhrajnya juga di bibir dan mirip dengan nūn dalam hal sifat ghunnah.
Tip praktis: Jika Anda melihat mīm kecil (ۢ) di atas nūn atau setelah tanwīn, itu pertanda iqlab. Baca dengan menukar suara nūn menjadi mīm samar, lalu lanjutkan ke bā'. Contoh: mim ba'di (مِنْۢ بَعْدِ), samī'um baṣīr (سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ).
Sumber Rujukan
-
Pedoman Daurah Al-Qur'an — Abdul Aziz Abdurrauf, Al-Ḥāfiẓh, Lc. (Markaz Al-Qur'an)
-
Tuḥfatul Aṭfāl — Syaikh Sulaymān al-Jamzūrī (abad 12 H)
-
Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — Imām Ibn al-Jazarī (w. 833 H)
-
Mushaf Standar Indonesia — Kementerian Agama RI / LPMQ

