Idgham Mimi — Peleburan Mīm ke Mīm
Idgham Mimi (إِدْغَام مِيمِي) adalah hukum ketiga dari tiga hukum mīm sukūn. Dikenal juga dengan nama Idgham Mutamāthilain (peleburan dua huruf sama) atau Idgham Mitslain. Hukum ini berlaku ketika mīm sukūn (مْ) bertemu mīm berharakat (مَ مِ مُ).
Cara membacanya, kedua mīm dilebur menjadi satu mīm bertasydīd dengan dengung penuh selama 2 sampai 3 harakat. Bibir ditutup rapat, lalu dengung sempurna dikeluarkan dari rongga hidung.
Mengapa "mutamāthilain"? Karena dua huruf yang bertemu adalah huruf yang sama persis (mīm dengan mīm) — baik makhraj maupun sifatnya. Aturan umum dalam tajwid: dua huruf identik yang bertemu (yang pertama sukun, yang kedua berharakat) akan dilebur menjadi satu huruf bertasydid.
Posisi bibir: Bibir atas dan bawah harus tertutup rapat saat membaca, kemudian dengungan yang sempurna keluar dari hidung. Lama dengung 2-3 harakat — cukup terasa tapi tidak berlebihan.
Tip praktis: Setiap kali Anda menemukan م sukun bertemu م berharakat, itu adalah idgham mimi. Tutup bibir rapat, dengung sempurna, lalu lanjut. Contoh: lahum maghfirah (لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ) dari Surah Al-Mulk 67:12.
Sumber Rujukan
-
Pedoman Daurah Al-Qur'an — Abdul Aziz Abdurrauf, Al-Ḥāfiẓh, Lc. (Markaz Al-Qur'an)
-
Tuḥfatul Aṭfāl — Syaikh Sulaymān al-Jamzūrī (abad 12 H)
-
Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — Imām Ibn al-Jazarī (w. 833 H)
-
Mushaf Standar Indonesia — Kementerian Agama RI / LPMQ

